Sama-sama Memulaikan Offense dari Wing, Tetapi Napoli Lebih Unggul

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Dalam pertandingan ini, kedua pasukan menggunakan formasi 4-3-3. Hal ini membolehkan, baik itu Napoli atau AC Milan, menggunakan kedua wing-nyadalam melakukan offense.

Whoscored mencatat bahwa offense dalam pertandingan kali ini lebih banyak terjadi dari wing. Untuk AC Milan, serangan dari wing diagihkan kepada 40 persen dari kiri dan 30 persen dari kanan. Sedangkan untuk Napoli, serangan dari wing terbagi menjadi 38 persen dari kanan dan 36 persen judi bola dari kiri. Awal mula terjadinya gol bagi kedua pasukan pun kebanyakan berlangsung dari wing.

Napoli menyerang dari wing melalui pergerakan dari Dries Mertens dan Marek Hamsik (kiri), serta Callejon dan Allan (kanan). Sedangkan AC Milan menyerang dari wing melalui pergerakan M’Baye Niang dan Giacomo Bonaventura (kiri), serta Suso dan Juraj Kucka (kanan).

Meskipun sama-sama melakukan offense dari wing, Napoli mampu menggunakan wing secara lebih bijak. Pada awal-awal pertandingan, AC Milan sempat begitu mendominasi penyerangan dan menggunakan wing sebagai cara untuk menembusi pertahanan Napoli. Walau bagaimanapun, menjangkakan yang baik dari pertahanan Napoli (yang kebetulan menggunakan garis pertahanan yang rapat) membuat serangan wing AC Milan kerap mental.

Selain itu, AC Milan tidak menggunakan wing-nya secara keseluruhan. Terlihat dari heatmap di atas bahawa wing kiri (Giacomo Bonaventura dan M’Baye Niang) lebih aktif daripada wing kanan (Juraj Kucka dan Suso), sehingga serangan AC Milan tertumpu di wing kiri. Padahal, ruang bagi Suso untuk berkreasi di wing kanan terbuka luas sebab Faouzi Ghoulam kerap tertarik ke tengah ketika Napoli diserang.

Di lain pihak, Napoli mampu memaksimumkan pergerakan wing mereka dengan baik. Hal ini terlihat dari gol pertama yang dicetak oleh Arkadiusz Milik. Gol ini tercipta berkat gabungan antara Faouzi Ghoulam-Dries Mertens di sisi kiri, sebelum pada akhirnya Dries Mertens melakukan tembakan yang dihalang penjaga gol Gianluigi Donnarumma, hingga akhirnya bola muntah berjaya dicocor Arkadiusz Milik untuk menjadi gol. judi online

Inilah kira-kira situasi sebelum terjadinya pemasukan gol, dan pada babak kedua situasi yang sama pun kembali terulang saat gol dari Jose Callejon terjadi.

Lebih cerdasnya Napoli dalam memanfaatkan wing ini, selain sebab kombinasi yang sangat baik dari para pemain Napoli yang menghuni kedudukan wing, juga disebabkan sebab pertahanan AC Milan yang longgar, juga renggangnya antara jarak full-back dan center bek yang dapat dimanfaatkan oleh para pemain Napoli. Beberapa gol yang bersarang di gawang AC Milan (kecuali satu gol lewat set-piece) juga terjadi hampir dalam situasi yang sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s