Juventus Masih Harus Fokus Kerjakan ‘Pekerjaan Rumah’ Terlebih Dahulu

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Walaupun Juventus mampu menjaringkan gol, prestasi mereka menurun. Kreasi serangan dan ketepatan tembakan menjadi bukti bahawa Juve masih mempunyai persoalan besar.

Dalam perlawanan ini, Juve hanya mampu menciptakan 8 kesempatan. Jumlah ini turun dari 12 kesempatan yang mereka buat di laga saat melawan Fiorentina serta rerata musim lalu juga 12. Selain menurunnya jumlah kesempatan, penurunan juga terjadi dalam hal akurasi tembakan. judi bola

Di perlawanan menentang Lazio, serta laga melawan Fiorentina, ketepatan tembakan Juve terhitung di bawah 40 persen. Di laga ini sendiri, ketepatan tembakan mereka hanya 38,46 persen sementara dalam pertandingan sebelumnya, ketepatan tembakan mereka hanya 31persen. Padahal, di musim lalu, ketepatan tembakan Juve mampu hingga 45 persen per pertandingannya.

Dalam wawancaranya kepada Football Itali seusai pertandingan melawan Lazio, Massimiliano Allegri berkata bahawa pertandingan ini masih terhitung sebagai ajang memperkenalkan pasukan kepada pemain baru.

Jika melihat susunan pemain Juve saat ini, permasalahan tersebut sebenarnya boleh diatasi jika Massimiliano Allegri mahu mengubah skuatnya. Ini kerana ada beberapa pemain yang mempunyai rekor baik soal 2 kelemahan di atas.

Soal mengkreasikan kesempatan misalnya. Miralem Pjanic yang belum diturunkan sama sekali oleh Massimiliano Allegri di Serie A musim ini seolah-olah boleh menjadi penyelesaian. Pada musim lalu, bersama AS Roma, Miralem Pjanic mampu membuat rata-rata 2,06 kesempatan per laganya atau 68 kali dalam 33 penampilan.

Sementara waktu untuk kebuntuan di depan gawang, Gonzalo Higuain, yang 2 kali dimasukkan seolah-olah harus mula diberi kepercayaan tampil seawal mungkin. Sebab, Massimiliano Allegri  tentu tidak mahu jika penyerang Juve hanya boleh menyentuh bola 13 kali dalam 65 menit. Pada musim lalu, Higuain yang mendapat gelaran penjaring terbanyak Serie A mampu membuat 58 persen tendangannya tepat sasaran. Lebih banyak daripada Paulo Dybala (55 persen) dan Mario Mandzukic (48 persen). judi online

Walaupun mampu mendapatkan tiga angka, di laga ini Juve masih kelihatan mempunyai persoalan yang di antaranya adalah penyelesaian akhir dan pengkreasian kesempatan. Oleh sebab itu, mau tidak mau, Massimiliano Allegri harus segera mencari penyelesaian agar rentetan keputusan buruk di awal musim lalu tidak berlaku di perlawanan selepas ini.

Sementara bagi Lazio, kehilangan Antonio Candreva yang pergi ke Inter Milan jelas begitu terasa. Pasalnya dalam laga ini mereka begitu terlihat menggantungkan peranan sebagai pengkreasi serangan kepada Felipe Anderson. Jika masalah tersebut mampu mereka pecahkan, cita-cita untuk melihat helang terbang tinggi di atas AS Roma seolah-olah akan berlaku di musim ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s