Tottenham Hotspurs Berkemungkinan Keluar dari Zona Eropa

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Tanya kepada supporter Tottenham Hotspur tentang penampilan Spurs musim lalu, adakah mereka berpuas hati? Pada umumnya mereka sangat berpuas hati, tapi pada akhirnya tidak.

Spurs menduduki tempat ketiga di klasemen akhir Premier League Inggris. Ini adalah finis terbaik untuk mereka di sepanjang sejarah Premier League. Seharusnya mereka merasa bangga.

Namun, mereka kembali harus berada di bawah lawan terbesar mereka, Arsenal. Sebenarnya bukan berakhir di bawah Arsenal yang membuat para supporter Spurs kesal, melainkan cara mereka terseret dari posisi runner-up terakhir.

Sepanjang musim lalu, The Lilywhites memulakan liga dengan fase yang lambat. Tapi selang beberapa bulan, mereka berjaya memenangi 20 perlawanan dan hanya kalah 3 kali sahaja.

Penampilan mereka musim lepas secara umum menunjukkan penampilan layaknya sebuah pasukan kesebelasan juara. Ya, untuk pertama kalinya, musim lalu Spurs menjadi calon juara liga. Jika bukan kerana Leicester City, mungkin Spurs sudah menjadi calon paling kuat untuk juara di saat banyak kesebelasan langganan papan atas sedang flu.

Banyak perkara menarik yang membuat Spurs boleh tampil gemilang musim lalu. Kita boleh menyebut mulai dari kepintaran taktik Mauricio Pochettino, Harry Kane yang berjaya memenangi gelaran sepatu emas (penjaring terbanyak), Bamidele Alli yang tampil bergaya, Hugo Lloris yang cekap di bawah palang gol, Toby Alderweireld yang konsisten di lini belakang, Christian Eriksen yang memanjakan rekan-rekan nya dengan umpannya, dan banyak sebab-sebab lain.

Spurs adalah satu-satunya kesebelasan yang mampu memberikan tentangan sengit kepada Leicester (kerana sejujurnya Arsenal tidak, meskipun The Gunners pada akhirnya bertengger di kedudukan kedua) sampai pada empat perlawanan terakhir di liga.

Di empat perlawanan terakhir, Spurs sepertinya kehilangan arah. Mereka bermain imbang dengan West Bromwich Albion dan Chelsea (yang memastikan gelaran juara Leicester) di mana Alli dan Moussa Dembele mendapatkan larangan bermain, bahkan Dembele masih harus hadir dalam empat perlawanan pertama musim 2016/17. Tanpa Alli dan Dembele, Spurs kalah dari Southampton dan kemudian dibantai Newcastle United yang sudah tersingkir.

Dari kisah di atas, kita boleh sama-sama mengambil pelajaran bahwa Tottenham merupakan kesebelasan yang menjanjikan, baik dari segi taktikal dan rata-rata usia pemain yang masih muda.

Sementara untuk masalah judi bola yang terlihat dari perjalanan mereka musim lalu adalah mereka tidak mempunyai kedalaman skuad yang memenuhi spesifikasi untuk bermain taktik Mauricio Pochettino dan juga sekaligus Pochettino yang tidak mempunyai pelan cadangan yang sesempurna rancangan utamanya. Pastinya, saat ini Pochettino sudah sedar akan beberapa perkara di atas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s