Persoalan Manchester City Menjaga dan Menyerang Lawan

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Pep guardiola meyakinkan bahwa seluruh pemain saya untuk bermain sebaik dan seindah mungkin. Sehingga tidak hanya peminat Manchester City, tetapi seluruh peminat bola sepak bangga menyaksikan gaya permainan kami, janji Guardiola di wawancara pertamanya bersama Man City.

Di laga-laga pra-musim, Man City menampilkan permainan yang berbeza berbanding musim lalu. Perbezaan terbesar ada pada cara mereka menekan lawan ketika bertahan dan membina serangan.

Ciri khas permainan dari skuat Guardiola adalah mengawal permainan dengan seboleh mungkin menguasai bola sepanjang perlawanan. Untuk itu, yang diperlukan oleh pasukannya selain aliran bola yang lancar adalah seboleh mungkin merebut kembali dengan cepat ketika kehilangan bola. Kedua-dua dasar taktik itu sementara ini belum kelihatan berjalan dengan lancar.

Saat merebut bola dengan cara menekan hingga kawasan pertahanan lawan, para pemain City agresif namun tidak taktikal. Tekanan yang dilakukan seharusnya membuat lawan melakukan salah maklum atau terpaksa menggiring bola berisiko. Secara ringkasnya, mendapatkan bola melalui kesalahan yang dilakukan oleh pihak lawan.

Pada praktiknya, tekanan ini justru menghasilkan pelanggaran demi pelanggaran. Kekurangan ini kelihatan menonjol saat bertemu Dortmund di ajang International Champions Cup (ICC). Lini bertahan lawan kerap berjaya lepas dari tekanan yang dilakukan dan bola mampu begulir mulus ke lini tengah. Kekurangan tersebut juga belum kelihatan boleh diperbaiki pada laga selanjutnya lawan Arsenal. Di laga pra-musim terakhir tersebut, City akhirnya kalah dengan skor 2-3.

Menekan pihak lawan dengan cara itu bukan merupakan gaya khas dari Guardiola. Selain dapat menguras energi, juga penuh dengan resiko. Merebut bola dengan melakukan banyak kesalahan boleh mengakibatkan buruk berupa kartu pelanggaran, terutama di pertandingan besar yang cenderung emosional.

Masalah kedua tentang membina serangan juga tak kalah anehnya. Aliran bola dari pertahanan ke lini kedua belum disambung dengan baik. Ketika membina serangan, bek-bek masih sering salah maklum atau hujungnya melakukan umpan jauh tak boleh diukur.

Ada beberapa faktor yang membuat lini belakang Man City belum berjaya melaksanakan taktik Guardiola tersebut. Pertama soal ketersediaan pemain, di Bayern Munich ia masih punya Manuel Neuer. Penjaga gawang yang boleh aktif terlibat dalam membina serangan.

Neuer memberikan Bayern dan timnas Jerman seolah punya bek tambahan. Keunggulan jumlah pemain tersebut membuat sebuah pasukan boleh keluar dari tekanan lawan melalui umpan-umpan pendek. Pada konteks sederhana, ketika misalnya ditekan oleh 3 pemain lawan maka butuh 4 pemain untuk lepas. Mesti ada paling tidak seorang pemain yang tidak terkawal dan boleh menerima maklum.

Kabar terbaru bahkan menyebut, Guardiola tertarik mendatangkan Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona. Kiper berusia 24 tahun tersebut dirasa pas soal gaya Guardiola karena boleh terlibat dalam permainan berbanding Joe Hart atau Caballero.

Soal membina serangan dari belakang ini juga yang membuat Man City rela merogoh kocek lebih dalam untuk datangkan John Stones. Bek asal Inggris tersebut punya keunggulan berupa bermain bola dari belakang.

Faktor lain adalah belum sembuhnya Gundogan dari kecederaan sepanjang pra-musim. Ia adalah pemain yang seharusnya boleh memainkan peranan judi bola penting menghubungkan antar lini Man City. Guardiola punya potensi menjadikan Gundogan berperanan layaknya Busquets di masa kejayaannya bersama Barcelona.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s